English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 21 Maret 2012

Radio Frekuensi 2182 kHz


Frekuensi radio ini adalah frekuensi yang digunakan sebagai saluran panggilan darurat dan bahaya internasional untuk konunikasi radiotelephone maritim pada band MF kelautan.

Mode Transmisi:

Transmisi pada frekuensi 2182 kHz umumnya menggunakan modulasi single-sideband (SSB), bagaimanapun Modulasi Amplitudo (AM) dan beberapa variasinya seperti vestigial sideband juga masih digunakan, terutama oleh kapal-kapal dengan peralatan tua dan beberapa stasiun pantai daalam usahanya untuk memastikan kompatibilitasnya dengan peralatan tua dengan teknologi penerima yang masih minim.

Jarak:

Frekuensi 2182kHz analog dengan Channel 16 pada Marine VHF band, tetapi tidak seperti VHF yang memiliki keterbatasan jarak sekitar 50 mil laut (90 km), komunikasi pada frekuensi 2182 kHz dan frekuensi didekatnya memiliki jarak khas sejauh 150 mil laut (280 km) sepanjang hari dan 500 mil laut (atau lebih) saat operasi dimalam hari. Sebuah stasiun yang memiliki peralatan operasi malam cukup baik, dapat menerima konunikasi intra-continental (antar benua), namun jarak ini akan mengalami keterbatasan pada saat musim panas karena efek statis yang disebabkan oleh cahaya (kilat) petir.

Silence Period:

Selama dua jam sekali, semua stasiun yang menggunakan frekuensi 2182 kHz dan 500 kHz diharuskan untuk memelihara 3 menit diam dam waktu pendengaran dengan seksama. Dimulai dari h+00, h+30 dan h+15, serta h+45. Hal ini akan memungkinkan stasiun yang mengalami permasalahan, secara mendesak dapat tetap melakukan tugasnya dengan baik, bahkan ketika sedang berada di suatu tempat berjarak tertentu dari stasiun dengan tenaga baterai yang berkurang. Sebagai laporan penglihatan, sebuah jam khusus dalam ruang radio akan membantu menandai waktu diam dengan blok warna diantara h+00 sampai h+03 dan h+30 sampai h+33 dengan warna hijau. Bagian yang sama ditandai dengan warna merah untuk penyesuaian waktu diam dan pendengaran pada 500 kHz. Waktu diam ini tidak dibutuhkan ketika GMDSS telah dikenalkan dan diproduksi sebagai sistem pemantau alternative.

Frekuansi radio darurat lainnya:

Frekuensi 2182 kHz membentuk sebuah bagian yang penting dari Global Maritime Distress Safety System (GMDSS) dan membentuk sebuah asosiasi dengan frekuensi DSC pada 2187,5 kHz. Frekuensi darurat radio internasional lainnya yang digunakan pada tahun 2008 diantaranya:

121,5 MHz sebagai penggunaan sipil, dan 243 MHz sebagai frekuensi darurat militer angkatan udara.

Marine VHF Radio channel 16, (156,8 MHz) untuk penggunaan jarak pendek di laut.

406,025 MHz digunakan oleh Satelit Internasional Cospas-Sarsat berdasarkan deteksi sinyal bahaya SAR dan sistem distribusi informasinya.

Penjaga Keamanan Pantai Amerika hanya memonitor sinyal peringatan bahaya menggunakan radio beacons berfrekuensi 406 MHz untuk mengindikasikan posisi dari datangya sinyal darurat, pada tanggal 1 Februari 2009. Pemrosesan satelit dari semua locator pada frekuensi 121,5 MHz dan 243 MHz telah dihentikan. Model digital dari radio berfrekuensi 406 MHz telah menjadi satu-satunya alat yang disetujui baik untuk penggunaan komersial dan rekreasi air secara luas pada 1 Januari 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar