Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah
penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet
bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga
sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya
adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama
dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan
arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat
perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih
berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.
Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan
terjadi di Cina dan diuraikan dalam buku Loven Heng. Di abad kesembilan,
orang Cina telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan
jarum yang berputar.Pelaut Persia memperoleh kompas dari orang Cina dan
kemudian memperdagangkannya.
Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang bebas
bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet
sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang
dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus
berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi
pergerakan jarum. Girokompas digunakan untuk menentukan utara sejati.
Lokasi magnet di Kutub Utara selalu bergeser dari masa ke masa.
Penelitian terakhir yang dilakukan oleh The Geological Survey of Canada
melaporkan bahwa posisi magnet ini bergerak kira-kira 40 km per tahun ke
arah barat laut.
Kompas, si penunjuk arah.
Berikut ini adalah arah mata angin yang dapat ditentukan kompas.
Utara (disingkat U atau N)
Barat (disingkat B atau W)
Timur (disingkat T atau E)
Selatan (disingkat S)
Barat laut (antara barat dan utara, disingkat NW)
Timur laut (antara timur dan utara, disingkat NE)
Barat daya (antara barat dan selatan, disingkat SW)
Tenggara (antara timur dan selatan, disingkat SE)
Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi
satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit
yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima
oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi,
kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain
GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.
Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat,
dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa
NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama
yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam
program GPS). Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan
Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta
per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan
pengembangan.
GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL
(Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak
posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS
Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan
koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.
Altimeter adalah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari
permukaan laut. Biasanya alat ini digunakan untuk keperluan navigasi
dalam penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang berhubungan dengan
ketinggian.
Altimeter bekerja dengan beberapa prinsip.
tekanan udara (yang paling umum digunakan)
Mangnet bumi (dengan sudut inclinasi)
Gelombang (ultra sonic maupun infra merah, dan lainnya)
Penggunaan Altimeter umumnya selalu diikuti dengan penggunaan kompas.
Jangka adalah alat untuk menggambar lingkaran atau busur. Alat ini juga
dapat digunakan untuk mengukur jarak, terutama pada peta. Jangka
digunakan dalam matematika, gambar teknis, navigasi, dan lain-lain.
Jangka biasanya terbuat dari besi, dan terdiri dari dua bagian/kaki yang
dihubungkan oleh engsel dan bisa diatur pembukaannya. Salah satu kaki
mempunyai jarum di ujungnya, dan pensil di kaki yang lain, atau bisa
juga memakai pena. Lingkaran bisa dibuat dengan menancapkan kaki yang
berjarum di atas kertas dan menyentuhkan pensil ke permukaan kertas,
lalu memutar pensil dengan tumpuan kaki berjarum sambil menjaga sudut
engsel untuk tidak berubah. Jari-jari lingkaran bisa diubah dengan
mengubah sudut yang dibentuk oleh engsel.
Jarak di peta bisa diukur dengan menggunakan jangka yang mempunyai jarum
di kedua kakinya. Engselnya diatur sedemikian rupa sehingga jarak
antara dua jarum di peta mewakili jarak tertentu di kenyataan. Dengan
menghitung berapa kali jangka harus melompat di antara dua titik di
peta, jarak antara dua titik tersebut bisa dihitung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar